Pengurus Paskibra SMANSA Tp 2009-2010

PENGURUS PASKIBRA SMA NEGERI 1 TANJUNGPANDAN

TAHUN PELAJARAN 2009-2010

 

Ketua Umum : RIFKY PRATAMA

Ketua Harian : ACHMAD OKY SURYA

Sekretaris : RISMA RAHMAWATI

Bendahara : ENNY SEPTRIYANI

 

Ketua-Ketua Bidang Kegiatan

Kabid. Kepaskibraan : NATANAEL HAMONANGAN

Sekbid. Kegiatan dan Kepelatihan : AJI TIAR RANDRA

Sekbid. Kegiatan Upacara : YOLANDA

 

Kabid. Keorganisasian : HARFI GATRA WICAKSONO

Sekbid. Perlengkapan : TEODERIKUS ANGGIORIUS

Sekbid. Puslitbang : ENDANG PAMULATSIH

Sekbid. Humas : DESI AMALIA

Sekbid. Pubdok : KAMAL BAKRI

Iklan

Buatlah untuk BERANI menentukan masa depan…..

Tulis pendapatMU ….. Siapa saja yang pantas di pos kepenggurusan Paskibra tahun ini

MULAILAH UNTUK BERANI memastikan dirimu dalam bagian yang terbaik …

Struktur Paskibra


TATA CARA MELIPAT DAN MEMBENTANG BENDERA

Bentang Bendera

TATA CARA MELIPAT DAN MEMBENTANG BENDERA

Teknik melipat bendera dan membentang bendera dibagi menjadi 2, yaitu :
1. Teknik lipat 3
2. Teknik lipat Genap

Dibawah ini akan dijelaskan tata cara melipat bendera dengan teknik lipat genap.

Teknik lipat genap sering digunakan karena kemungkinan kesalahannya sangat kecil. Maksudnya genap disini adalah jumlah lupatannya dapat 4, 6, 8, 10, asalkan genap dan disesuaikan dengan panjang bendera.

Cara melipat Bendera
1. Patokan memegang bendera warna putih di tangan sebelah kanan dan warna merah di tangan sebelah kiri
2. Pembentang memegang bendera warna merah di tangan sebelah kanan dan warna putih di tangan sebelah kiri
3. Bendera direntangkan, kemudian dilipat menjadi dua bagian, bagian putih menghadap ke atas
4. Kemudian dilipat memanjang menjadi dua bagian lagi, warna putih berada di dalam tertutup warna merah
5. Pembentang melipat bendera menjadi beberapa bagian yang genap dengan arah zig – zag
6. Setelah menjadi beberapa bagian yang genap, lipat menjadi 2 bagian dengan arah horizontal ke dalam.

Cara Membentang Bendera
1. Pembentang, tangan kanan memegang bendera warna merah, tangan kiri memegang bendera warna putih
2. Patokan, tangan kanan memegang bendera warna putih, tangan kiri memegang bendera warna merah
3. Setelah itu pembentang mundur 3 (tiga) langkah, tangan masih dlam keadaan lurus
4. Setelah mundur 3 langkah, pembentang membentangkan bendera sedangkan patokan diam

TATA CARA PENGIBARAN & PENURUNAN BENDERA

Yang terlibat langsung dalam pengibaran terdiri dari tiga orang , yaitu :
1. Pengerek ( sebelah kiri pasukan )
2. Pembawa Bendera ( ditengah )
3. Pembentang Bendera ( sebelah kanan pasukan )

1. Pengerek dan pembentang bendera memegang tali bersama – sama, bukan memegang tiangnya, punggung tangan yang memegang tali menghadap ke depan.
2. Kemudian pengerek bendera mulai membuka tali pada tiang, perhatikan cara membuka talinya.
3. Pengerek melihat keatas untuk menchek apakah talinya sudah benar ataukah terbelit.
4. Setelah posisi tali benar berikan / serahkan salah satu tali pada pembentang bendera.
5. Pengerek melakukan tindakan penyelamatan gaya tindakan penyelamatan ini bebas, yang penting adalah tali tersebut tidak terlepas dari tangan pengerek.
6. Selanjutnya pengerek bendera memasang catok pada bendera, catok yang sebelah atas ke bagian warna merah dan catok yang satu lagi ke bendera warna putih.
7. Kemudian pembentang menyerahkan tali yang dipegangnya ke pengerek.
8. Langkah selanjutnya adalah pembentangan
Pembentang mundur 3 langkah ke belakang, setelah tiga langkah ke belakang baru bendera dibentangkan.
Bersamaan dengan mundurnya pembentang, pengerek menarik tiga kali ( kondisikan )
Selanjutnya pembentang menolehkan kepala ke arah Pemimpin Upacara dan memberikan isyarat dengan lantang dan keras “ Bendera Siap “. Pemimpin Upacara memberi aba – aba penghormatan pada bendera merah putih.
9. Tindakan selanjutnya adalah pengerekan bendera
Pembentang maju kedepan dengan langkah yang tegap dan tangan yang masih membentangkan bendera, langkahnya tidak kaku, tidak santai, tidak asal – asalan, setelah sampai didepan tiang lemparkan ujung bendera berwarna putih ke arah belakang pembentang yang sesuai dengan arah angin.
Bendera dikerek seirama dengan lagu Indonesia Raya, posisi telapak tangan pengerek, pengulur, dan pembentang menggenggam. Keadaan tangan Pengerek dan pembentang pada saat pengerekan terlihat seperti cermin.
Bendera harus sudah sampai dipuncak tiang pada kata “ Hiduplah ……” bait terakhir dari Lagu Indonesia Raya.
Ketika aba – aba “ TEGAK = GERAK “ dari Pemimpin Upacara, maka Pengerek dan Pembentang langsung mendekatkan tangan pada tiang, dan tali dari Pembentang langsung diambil oleh pengerek.
10. Langkah yang terakhir adalah pengikatan tali pada tiang.
Pengikatan tali ini dilakukan oleh Pengerek
Yang harus diperhatikan dalam pengikatan tali ini adalah posisi bendera yang telah berada diatas tidak boleh turun kembali, sehingga bagian tali yang berada di tangan pengerek harus diikatkan terlebih dahulu dengan kuat, kemudian kedua tali diikatkan sampai tali tersebut habis.

Catatan :
Kata yang dicetak tebal dan digaris bawahi 10 tahapan penaikan bendera yang harus tersusun dan tidak boleh terlewat.

10 Tahap Penurunan Bendera

1. Memegang tali
2. Membuka tali
3. Penggerek melihat keatas
4. Serahkan tali dari pengerek ke pembentang
Pembentang memberikan isyarat dengan lantang dan keras “Bendera Siap”
5. Penurunan Bendera
Pembentang menarik tali dan pengerek mengulur dengan sedikit menahannya agar tidak terlalu cepat turun ke bawah
6. Serahkan tali dari pembentang ke orang yuang ditengah.
Pembentang mengambil ujung bendera, dan mulai mundur sampai bendera terbentang.
7. Membentangkan bdenra sampai aba – aba dari Pemimpin Upacara “ TEGAK =GERAK “. Pembentang dan Pembawa bendera melipat bendera menjadi dua bagian dengan warna putih menghadap ke arah pasukan.
8. Pembawa Bendera melakukkn tindakan penyelamatan pada tali.
9. Pembawa Bendera ( satu orang ditengah ) membuka catok tali dan bendera.
10. Serahkan tali tersebut kepada pengerek untuk diikat
Ketika pengerek mengikat tali pada tiang, pembawa bendera dan pembentang melakukan pelipatan bendera.

Pelipatan bendera ini bebas, asalkan rapih dan cepat.


SIAPA BILANG SESAMA PASKIBRA TIDAK BOLEH PACARAN

Pacaran sesama paskibra.....?????

“Dan diantara tanda – tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya. Dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar -benar terdapat tanda – tanda bagi kaum yang berfikir”(QS.Arrum, 21).

Sudah jelas bahwa dalam Al-Qur’an telah dijelaskan bahwa Allah SWT, telah menciptakan untuk tiap manusia saling berpasangan dan menciptakan rasa kasih dan sayang, hanya saja kita tidak tau dimana dan kapan semua itu kita dapatkan.

Hanya saja karena Manusia dalam Otak bawah sadarnya kurang diperhatikan dan lambat untuk berfungsi yang disebabkan karena Emosi, dan tiap peristiwa yang dialami, jadi banyak diantara sekian banyaknya manusia saat didera derita dan kekecewaan atau saat hubungan percintaan nya putus maka saat aktif organisasi akhirnya terbawa – bawa bahkan sampai terbawa di dunia pendidikan dan pekerjaan.
Disayang kan sekali Organisasi yang telah lama kita jalani, pekerjaan yang telah lama kita geluti prestasi yang telah lama kita raih akan hancur hanya karena hubungan yang datangnya dari Nafsu birahi bahkan sampai terjadi permusuhan.

Dan dalam buku yang dikarang oleh Habiburrahman El Shirazy dalam judul Ketika Cinta Bertashbih terkutip “Adikku, bukannya aku tidak mencintaimu. Sungguh aku mencintaimu. Dan bukannya aku tidak mendambakan hidup bersamamu.Sungguh aku sangat ingin hidup bersama mu. Namun tidak semua yang didamba manusia pasti diraihnya.Aku sangat mencintaimu, tapi aku tidak mau kehilangan Cinta Allah SWT. Aku mendamba hidup bersamamu, tapi aku lebih mendamba hidup bersama Ridho Allah SWT. Cinta sejati itu tidak menjalimi, Cinta sejati itu berorientasi Ridho Illahi“.


Salam Paskibra…

LOGO PPS

KENALI KAMI LEBIH DALAM DAN BERSAHABAT

MENUJU GENERASI PENERUS BANGSA

DIANTARA KOMUNITAS TERKECIL

PASKIBRA SMANSA JAYA,

JAYALAH PASKIBRAKU….